Rabu, 24 Maret 2010

Jenis Pendidikan

Bakat atau kecerdasan bawaan dapat dikembangkan melalui jalur pendidikan baik formal maupun non formal. Pendidikan tidak identik dengan sekolah atau kampus. Sekolah atau kampus tidak di desain untuk orang jenius. Itulah sebabnyaorang jenius seperti James Watt dan Bill Gates tidak mendapat tempat dalam sekolah formal. Mereka berhasil meraih sukses karena kegigihan dan ketekunan mereka.
Pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekolah atau kampus. Ini tidak berarti meremehkan pendidikan formal seperti sekolah atau kampus, pendidikan formal tetaplah penting artinya bagi kita. Kita harus membuat kehidupan kita seperti sekolah atau kampus bagi kita, jika kita dapat memetik pelajaran berharga dari kehidupan kita.
Di sekolah, kita mendapatkan pelajaran dulu baru menerima ujian sedangkan dalam kehidupan kita diberi ujian hidup lebih dahulu kemudian barulah kita dapat mempelajarinya. Sekolah dan kehidupan merupakan dua sisi yang berbeda namun beriringan. Perlu kita sepakati bersama bahwa bekal atau pelajaran yang diperoleh di sekolah tidak cukup untuk menjalani prosesi kehidupan nyata.
Ada tiga jenis pendidikan yang sangat diperlukan oleh kita semua untuk dapat dijadikan "senjata" dalam menjalani kehidupan nyata.

A. Pendidikan Sekolastik
Yaitu tempat kita belajar membaca, menulis dan berhitung. tidak sedikit orang mengkritik bahwa pendidikan di sekolah tidak banyak membentuk kharakter dan kepribadian siswa. Meskipun demikian guru dan sekolah masih layak mendapatkan posisi terhormat. Keterampilan membaca, menulis dan berhitung adalah basic skill untuk mengembangkan bakat dan kejeniusan seseorang.
Penggunaan kemampuan membaca dapat meningkatkan ilmu dan wawasan yang berguna dalam pengembangan karier dan masa depan. Kemampuan menulis mengajarkan bagaimana membentuk pola berpikir yang sistematis, konseptual, metodologis dan terencana. Dan kemampuan berhitung membuat kita memiliki kemampuan berpikir lebih rasional dan logis.

B. Pendidikan Profesional
Yakni pendidikan yang mengajarkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan pada saat kita sudah bekerja. Keterampilan profesional dapat menjadi bekal untuk bertahan hidup. Misalnya : Guru, dokter, perawat pengacara, teknisi dan lain-lain.
Pendidikan profesional belum mengajarkan kita cara-cara konkret untuk menggapai mimpi-mimpi kita. Pendidikan profesional hanya mengajarkan mendapatkan penghasilan belum mengajarkan menjadi kaya dan bebas secara finansial. Banyak kaum profesional bahkan pegawai negeri sipil (PNS) hidup memprihatinkan ketika pensiun.

C. Pendidikan Finansial
Yakni pendidikan yang mengajarkan kita bagaimana cara mengelola uang dan membuat uang bekerja untuk kita. Pendidikan finansial tidak dimaksudkan kita diperbudak oleh uang.Banyak orang belum dapat membedakan aset dan liabilitas, kebutuhan produktif dan konsumtif sehingga tanpa sadar mereka terjebak dalam kegiatan konsumtif bahkan hingga terlilit hutang. Hal demikian dapat dialami oleh berbagai kalangan baik kalangan bawah, menengah hingga kalangan ekonomi atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar