Rabu, 31 Maret 2010

BISNIS PETERNAKAN YANG MENJANJIKAN

Indonesia dianugerahi alam yang subur, tak heran jika pertanian menjadi tulang punggung masyarakat sebagai mata pencaharian utama. Dukungan subsektor peternakan pada dunia pertaniantidak tanggung-tanggung. Ternak adalah segala jenis hewan yang dipelihara dan dibudidayakan untuk diambil produksinya berupa daging, susu dan sampingan lainnya.
Usaha dan pengembangan peternakan saat ini menunjukan prospek yang sangat cerah dan berperan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi pertanian. Ada lima faktor yang mendukung dunia peernakan selalu berkelanjutan dan menjanjikan peluang bisnis, yaitu:
1) Kebutuhan pangan meningkat seiring pertumbuhan populasi manusia
2) Produk pangan asal ternak bergizi dan berkualitas.
3) Ternak berpotensi mengubah bahan pakan menjadi bahan pangan
4) Ternak berperan bagi kesuburan dan konservasi tanah dan air
5) Dunia peternakan merupakan sumber pendapatan dan lapangan kerja.
Ternak yang potensial di Indonesia diantaranya :

A. Ternak Sapi
Industri sapi akan terus berkembang selama manusia masih memiliki limbah pertanian yang merupakan bahan pakan bagi hewan ternak. Pemilihan calon bakalan atau bibit sapi sangat penting bagi kualitas produk peternakan sapi. Secara umum ciri-ciri sapi potong yang baik adalah tubuh dalam dan padat (massive), berbentuk segi empat, kualitas daging maksimal, laju pertumbuhan relatif cepat, efisiensi pakan tinggi dan jaringan lemak dibawah kulit tebal(dapat diketahui dengan meraba dan melipat kulit bagian kanan-kiri pangkal ekor, lipat paha, dan bagian bawah atau muka sendi bahu). Sedangkan faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sapi perah adalah berasal dari keturunan berproduksi susu yang tinggi dan bentuk badan menarik.
Perkandangan adalah tempat untuk pemeliharaan dan perlindungan ternak dari cuaca dan predator yang tidak menguntungkan. Syarat kandang yang baik adalah lokasi kandang terpisah dari rumah tinggal, bahan kandang ekonomis, kuat aman dan nyaman, memiliki ventilasi udara dan sianr yang cukup serta memiliki kemiringan lantai 5 derajat kearah pembuangan / limbah yang dihasilkan, serta tempat pakan dibuat didepan dan berbentuk melengkung agar mudah dibersihkan.
Pemberian pakan ternak sapi biasanya berupa hijauan dan konsentrat. Setiap sapi membutuhkan hiajuan 10% dari berat tubuhnya dan konsentrat 1-2% dari berat tubuhnya. Selain itu sapi juga hendaknya diberi mineral berupa garam dapur dan ketersediaan air setiap saat. Jika dilakukan penggembalaan dipadang rumput cukup 5-7 jam perhari.
Pemeliharaan kesehatan sapi dilakukan dengan tindakan pencegahan berupa: menjaga kebersihan kandang dan peralatan,termasuk saat memandikan. Sapi sakit dan sehat dipisahkan dan segera dilakukan pengobatan, Lantai kandang diusahakan selalu dalam keadaan kering, Adapun ciri umum sapi sakit adalah nafsu makan berkurang/hilang, Telinga jatuh dan tidak pada posisi siaga, kepala merunduk, jika dipelihara berkelompok sapi terpisah dari kelompoknya, sapi batuk dan mendesah.
Tujuan utama ternak sapi potong yaitu dagingnya serta hasil sampingnya adalah kulit serta kotorannya sebagai pupuk kompos dan biogas. Sedangkan untuk sapi perah adalah untuk mendapatkan susunya. Susu bisa dipanen apabila sapi sudah beranak.

B. Ternak Kambing
Ternak kambing sudah lama diusahakan sebagai usaha sampingan/tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksinya relatif mudah. Produksi yang dihasilkan dari ternak kambing yaitu daging, susu, kulit, bulu, dan kotoran sebagai pupuk yang sangat bermanfaat.

Pemilihan bibit kambing terdapat dua kriteria yaitu: kriteria pejantan sebagai bibit harus bertubuh besar dan panjang, punggung lurus, kaki lurus dan kuat, tumit tinggi, buah zakar normal dan berlibido tinggi, umur lebih dari 1,5 tahun, diusahakan dari keturunan kembar. Sedangkan kriteria betina sebagai bibit harus bertubuh kompak, bertubuh besar, jinak dan sorot mata ramah, jumlah putting dua, umur lebih dari 1 tahun.

Perkandangan kambing yang dibangun agar memberikan rasa nyaman harus memenuhi persyaratan:

Kandang kering, tidak becek dan lembab, ventilasi uadara dan sinar baik, kandang terhindar tiupan angin langsung, letak kandang minimal 5 m dari rumah, konstruksi harus kuat dan tahan lama, serta ekonomis.
Pemberian pakan kambing berupa hijauan kering dan daun semak 5 – 7 % dari berat badannya. Hijauan yang diberikan misalnya daun lamtoro, gamal, daun nangka dll. Sedangkan konsentrat dapat disusun dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan dan mineral berupa garam dapur serta air minum harus selalu tersedia.
C.
Ternak Kelinci
Ternak kelinci diusahakan dengan tujuan keindahan, penghasil daging, kulit dan wol. Kelinci yang sehat bersifat lincah, aktif, energik, nafsu makan tinggi, mata bulat bercahaya, badan bulat dan berdada lebar. Jika pemeliharaan bertujuan untuk diambil dagingnya, jenis kelinci yang dipilih yaitu berbobot badan berat dan tinggi. Jika bertujuan untuk bulu harus berpotensi pertumbuhan bulu yang baik. Untuk kedua jenis tujuan tersebut kelinci harus bersifat fertilitas tinggi, tenang, tidak cacat dan aktif bergerak.

Lantai kandang perkandangan kelinci harus dibersihkan setiap hari begitu juga tempat pakan dan minum, sisa pakan serta kotorannya. Kandang ukuran (200 x 70 x 70) cm dan tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor kelinci betina / 10 ekor kelinci jantan. Seekor kelinci membutuhkan ruang minimal (60 x 40) cm.

Kelinci diberi pakan dan minum sekitar pukul 10.00 pagi terbuat dari dedak yang dicampur air, pukul 13.00 dan 19.00 kelinci diberi rumput. Porsi rumput sore hari lebih banyak dibandingkan pagi / siang hari. Pemberian minum sebanyak 4 liter / eko / hari. Selain rumput dan jerami, kelinci juga bisa diberi kubis, wortel, kentang / ubi jalar.

D.
Ternak Itik
Ternak itik dipilih karena pemeliharaannya mudah dan tahan terhadap penyakit. Tingkat kepadatan kandang itik sekitar 5 – 6 ekor/m2, sedangkan untuk kandang yang diberi kolam dapat dihuni 6 – 9 ekor/m2. Dalam pemeliharaannya perlu disediakan kolam di lingkungan kandang untuk berenang itik. Untuk menghasilkan telur tetas, perlu dicampurkan itik jantan dan betina dengan perbandingan 1 : 6. Pemilihan induk dan pejantan adalah sebagai berikut: memiliki produktivitas tinggi, fertilitas tinggi, umur induk betina minimal 6 bulan dan pejantan 7 bulan. Hasil panen utama ternak itik adalah telur dan daging, sedangkan anak itik (day old duck) dapat dijual sebagai sampingan.

E.
Ternak Cacing
Cacing tanah dibudidayakan dengan tujuan bahan pakan ternak itik atau ikan. Selain itu cacing juga dapat menyuburkan tanah. Cacing biasanya menyukai tempat-tempat yang terjadi pembusukan atau juga tempat pembuangan kotoran hewan. Hasil ternak cacing tanah berupa biomass (cacing tanah itu sendiri) dan hasil samping kascing (bekas cacing). Cacing tanah sensitif terhadap cahaya sehingga jika ada lampu cacing mengumpul dibagian atas media dekat sumber cahaya. Cacing tanah merupakan sumber bahan pakan bagi ikan, iti, dan ayam. Sedangkan kascing (bekas cacing) adalah kotoran cacing tanah sisa mencerna bahan organik yang mengandung zat organik dan unsur hara penting seperti anxin, sitokinin, dan giberelin yang cocok untuk pertumbuhan tanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar